Posts filed under 'Berita'
Selamat jalan Putra Bangsa!!
Indonesia berduka. Mantan Presiden Jend. Besar (Purn) H.M. Soeharto telah berpulang kepada-Nya. Jasa-jasa beliau sangat besar terhadap bangsa ini. Saat beliau masih menjabat menjadi presiden, semua harga masih sangat murah. Bahkan kurs Rupiah terhadap US Dollar hanya sekitar Rp2.500. Indonesia pernah tercatat sebagai negara swasembada pangan pada sekitar tahun 1980 sampai tahun 1990.
Selamat jalan Pak Harto. Semoga semua amal bakti beliau diterima oleh Allah SWT.
7 comments Januari 31, 2008
Mahalnya harga bahan pangan
Saat ini, banyak harga bahan pangan yang melonjak tinggi. Seperti tempe, tahu, dan sebagainya. Banyak produsen maupun konsumen yang resah akibat tingginya harga bahan pangan tersebut. Pemerintah pun hanya diam tanpa mengadakan Operasi Pasar untuk menurunkan harga pangan tersebut. Naiknya harga pangan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mahalnya BBM, banyaknya bencana alam, dan sebagainya. Untuk menutup besarnya kerugian yang diderita oleh para produsen, para produsen itu mengecilkan ukuran tempe atau tahu, maupun mengurangi jumlah produksi. Akibat hal tersebut, jumlah tempe dan tahu di pasaran semakin langka. Sebaiknya Pemerintah segera mengambil tindakan untuk menurunkan harga pangan tersebut.
2 comments Januari 22, 2008
Malingsia Semakin Tidak Bermoral
Negara Tetangga kita yang bernama Malaysia semakin memperkeruh persabatannya dengan negara kita. Saat saya melihat berita di salah satu stasiun televisi swasta, katanya Malaysia mengakui bahwa alat musik tradisional asal Sunda, yaitu angklung, diakui oleh Pemerintah Malaysia sebagai kebudayaan Malaysia. Padahal, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat, telah mengenal alat musik tersebut sejak ribuan tahun yang lalu. Beberapa hari yang lalu, Malaysia sempat mengakui bahwa Tari Barongan sebagai kebudayaan Malaysia. Padahal, tari barongan tersebut sangat mirip sekali dengan tari reog Ponorogo. Berbagai reaksi pun muncul dari
seluruh pelosok Indonesia, baik dari kalangan mahasiswa maupun dari para penari tarian Reog
tersebut. Dan selang beberapa hari, Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa kesenian Barongan adalah milik Indonesia. Bagaimana reaksi pemerintah kita? Akankah kebudayaan kita habis karena diambil oleh negara lain?
seluruh pelosok Indonesia, baik dari kalangan mahasiswa maupun dari para penari tarian Reog
tersebut. Dan selang beberapa hari, Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa kesenian Barongan adalah milik Indonesia. Bagaimana reaksi pemerintah kita? Akankah kebudayaan kita habis karena diambil oleh negara lain?
5 comments Desember 4, 2007






